Sargassum sp. Growth Cultivated with Different Seed Weights on Floating Raft System in Ekas Bay East Lombok

Nunik Cokrowati, Wiwin Safitri, Nanda Diniarti

Abstract


Sargassum sp. is seaweed from the group of brown algae belonging to the Phaecophyceae class that can be found in Indonesian. Sargassum sp. contains polysaccharides in the form of alginate which can be used as raw materials and additives in the food, drug, and cosmetic industries. The aim of this study was to analyze the growth of Sargassum sp. which are cultivated with different seed weights on the floating rafts. The research was conducted from November 2020 to March 2021 in Ekas Bay, East Lombok, West Nusa Tenggara. The research method used is an experimental method using a completely randomized design (CRD) consisting of five treatments with four replications. The treatments were differences in the weight of the initial seeds used, namely treatment A (25 g), B (50 g), C (100 g), D (150 g), and E (200 g). Sargassum sp. Cultivation was carried out for a month. The results were the highest absolute weight was in treatment E with 550 g and the lowest occurred in A with 262.5 g. The highest specific growth was in treatment A with 8.13%/day and the lowest was in  E with 4.4%/day. This study concluded that different seedling weights had a significant effect on the growth of Sargassum sp. cultivated using the floating raft method

Keywords


Seaweed; Cultivation; Brown algae; Alginate; Weight

Full Text:

PDF

References


[BSN] Badan Standar Nasional. 2011. Produksi Bibit Rumput Laut Kotoni (Eucheuma cottoni). Bagian 1: Metode Lepas Dasar. Jakarta.

Cokrowati, N., A. Arjuni, dan Rusman, 2018. Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Hasil Kultur Jaringan. Jurnal Biologi Tropis, 18 (2): 216-223. DOI: 10.29303/jbt.v18i2.740

Damayanti T., R. Aryawati, dan Fauziyah. 2019. Laju Pertumbuhan Rumput Laut Eucheuma Cottonii (Kappahycus Alvarezi) dengan Bobot Bibit Wal Berbeda Mengunakan Metode Rakit Apung dan Long Line di Perairan Teluk Hurun, Lampung. Maspari Journal, 11(1): 17-22. DOI: http://doi.org/10.36706/maspari.v11il.8582

Eismaputeri, M.K., M.A. Alamsjah dan B.S. Rahardja. 2013. Pengaruh Lama Penyinaran dan Salinitas terhadap Pertumbuhan dan Jumlah Klorofil-a Sargassum sp. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 5(1). DOI: 10.20473/jipk.v5il.11432

Halim, A., Zilfia, M.D. Octavia. (2010). Karakterisasi Alginat dari Ganggang Coklat (Sargassum crassifolium Mont.) Hasil Proses Isolasi Menggunakan CaCl2 8%. Jurnal Farmasi Higea, 2(2): 119–126. DOI: http://dx.doi.org/10.52689/higea.v2i2.33

Hamid A. 2009. Pengaruh Berat Bibit Awal Rumput Laut (Eucheuma cottonii) terhadap Laju Pertumbuhan. Skripsi. Malang: Universitas Islam Negeri Malang.

Kasim, M., dan M. Ahmad. 2017. Comparison Growth of Kappaphycus Alvarezii (Rhodophyta, Solieriaceae) Cultivation in Floating Cage and Longline in Indonesia. Jurnal Aquaculture Reports. 6: 49-55. https://doi.org/10.1016/j.aqrep.2017.03.0 04

Kotta, R. (2020). Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezi Menggunakan Metode Budidaya Long Line pada Kedalaman Berbeda terhadap Peningkatan Berat Bibit. 3(1), 46–58. DOI: http://dx.doi.org/10.33387/jikk.v3il.1860

Lutfiawan, M., dan L.J. Karnan. (2015). Analisis Pertumbuhan Sargassum sp. dengan Sistem Budidaya yang Berbeda di Teluk Ekas Lombok Timur sebagai Bahan Pengayaan Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan. Jurnal Biologi Tropis, 15(2): 135–144. DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jbt.v15i2.202

Muslimin, dan K.P.S. Wiwin. 2017. Budidaya Rumput Laut Sargassum sp. dengan Metode Kantong pada Beberapa Tingkat Kedalaman di Dua Wilayah Perairan Berbeda. Jurnal Riset Akuakultur, 12 (3), 221–230. http://dx.doi.org/10.15578/jra.12.3.2017.221-230

Novianti, D.N., S. Rezeki, dan T. Susilowati. 2015. Pengaruh Bobot Awal yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Latoh (Ceulerpa lentillifera) yang dibudidayakan didasar Tambak Jepara. Journal of Aquaculture Management and Technology. 4(4): 67-73.

Ode, I. 2014. Kandungan Alginat Rumput Laut Sargassum grassifolium dari Perairan Pantai Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Jurnal Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 6: 47-57. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.6.0.47-54

Paena, M. dan N.R. Ansari. 2012. Potensi dan Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezi di Sekitar Perairan Kabupateen Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 4(2): 151-159. DOI: http://dx.doi.org/10.20473/jipk.v4i2.11566

Pong-Masak, P.R. dan H.S. Nelly. 2018. Penentuan Jarak Tanam Optimal Antar Rumpun Bibit pada Metode Vertikultur Rumput Laut. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 20(1): 23-30

Sabarno, A., P.R. Sofyan, A. Abdul, K. Agus. 2018. Pengaruh Bobot Bibit yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Laut Gracilaria verrucosa Menggunakan Metode Long line ditambak. Media Akuatika, 3(2); 607-616.

Sulistijo, R. 2002. Pengenalan jenis-jenis rumput laut Indonesia. Publistang Oseanologi LIPI: Jakarta.

Sulistijo dan Szeifoul. (2006). Pengaruh Pergantian Air Laut terhadap Perkembangan Zigot Sargassum polycystum. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 17(41): 15-38.

Widyartini, D.S., dan A.I. Insan. (2015). Kandungan Alginat Sargassum polycystum pada Metode Budidaya dan Umur Tanam berbeda. Biosfera, 32(2), 119–125. DOI: 10.20884/1.mib.2015.32.2.303.

Widyartini, D.S., P. Widodo, dan A.B. Susanto. (2017). Thallus Variations of Sargassum policystum from central Java Indonesia. Biodiversitas, 18(3):1004-1011.

Wulandari, S.R., H. Sahala, dan Ruswahyuni. (2015). Pengaruh Arus dan Substrat Terhadap Distribusi Kerapatan Rumput laut di Perairan Pulau Panjang Sebelah Barat dan Selatan. Aquares. 4(3). DOI: https://doi.org/10.14710/marj.v4i3.9324

Yusup, S., K. Ma’ruf, dan M.B. Abdul. 2017. Pengaruh Bobot Awal yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Keragenan Rumput Laut Kappaphycus alverizii yang Terserang Epifit dalam Rakit Jaring Apung. Jurnal Media Akuatika, 2(4): 509-518. DOI: http://dx.doi.org/10.33772/jma.v2i4.4356.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jpk.26.3.147-153

JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN
Gedung Marine Center Lt 2. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.